This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 19 Oktober 2010

ISD Minggu ke -4

Individu, Keluarga & Masyarakat
Tugas ke-3
Dicky Pradana Putra
21110990

Tujuan Instruksional Umum :
Mahasiswa dapat memahami dam menghayati berbagai masalah sosial yang berhubungan dengan perkembangan individu dan keluarga
Tujuan Instruksional Khusus :
1. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian individu
2. Mahasiswa dapat menjelaskan penngertian pertumbuhan
3. Mahasiswa dapat menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
4. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian fungsi keluarga
5. Mahasiswa dapat menyebutkan macam-macam fungsi keluarga
6. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian keluarga
7. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian masyarakat
8. Mahasiswa dapt menyebutkan 2 golongan masyarakat
9. Mahasiswa dapat membedakan antara kelompok masyarakat non industri dengan masyarakat industri
10. Mahasiswa dapat menjelaskan makna Individu
11. Mahasiswa dapat menjelaskan makna keluarga
12. Mahasiswa dapat menjelaskan makna masyarakat
13. Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat


Individu, Keluarga & Masyarakat
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat.Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayahibu, dan anak.Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda.Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat.Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.


PENGERTIAN INDIVIDU
Individu berasal dari kata latin.”individuum” artinya”yang tak terbagi”.Dalam ilmu sosial,individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa,yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia.Individu bukan berati manusia sebagai suatu keseluruhan yang  tak dapat dibagi,melainkan sebagai kesatuan yang terbatas,yaitu sebagai manusia perseorangan.Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serrta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya ada tuga kemungkinan : meyimpang dari norma kolektif,kehilangan individualitas atau takhluk terhadap kolektif,dan mempengaruhi masyarakat seperti adanya tokoh pahlawan atau pengacau.

   PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Menurut  para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat,bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi..Dapat disimpulkan pengertian tentang proses asosiasi adalah terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena adanya pengaruh.
Lain halnya dengan pendapat dari aliran psikologi Gestalt tentang pertumbuhan..
Menurut para ahli dan aliran ini bahwa pertumbuhan adalah proses diferensiasi.Menurut proses ini keseluruhan yang lebih dulu ada,baru kemudian menyusul bagian-bagiannya.Jadi dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan itu adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal  sesuatu secara keseluruhan baru  baian-bagiannya.



FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
a)   Pendirian nativistik
      Menurut para ahli dari golongan ini menunjukkan berbaagai kesempatan ataukemiripan antaraorang tua dengan anaknya.Misalnya dengan adanya suatu keahlian yanga dimiliki oleh salah atu orang tua maka kemungkinan besar sang anak pun akan memiliki keahlian yang sama.
b)   Pendirian Empiristik dan Environmentalistik.
      Pendirian ini berlawanan dengan pendirian nativistik.Para ahli berpendapat,bahwa pertumbuhan individu semata-mataa tergantung pada lingkungan sedang dasr tidak berperan sama sekali.Pendirian semacam inidisebut pendirian yang environmentalistik.
c)    Pendirian konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya.Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar(bakat) dan lingkungan.
 
TAHAP PERTUMBUHAN INDIVIDU BERDASAR PSIKOLOGI
Pertumbuhan individu mengalami beberapa tahap,yaitu :
1)     Masa vital (0,0 sampai  kira-kira 2,0 tahun)
Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal yang ada dalam dunianya.
2)     Masa estetik (2,0 tahun sampai kira-kira 7,0 tahun)
Masa estetik dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan.Dalam masa ini tampak muncul gejala kenakalan yang biasanya terjadi dalam usia 3,0 tahun samapai usia 0,5 tahun.
3)     Masa Intelektual (7,0 tahun sampai kira-kira 13,0 tahun/14,0 tahun)
Masa ini disebut juga masa keserasian bersekolah.suatu hal yang pentinga dalam masa ini anak menerima otoritas orang tua daan guru sebagai suatu hal yang wajar.anak membutuhkan sikap yang obyektif dan adil pada pihak orang tua  dan guru
4)     Masa remaja
Masa remaja merupakan masa yang banyak mmenarik perhatian masyarakat karena mempuyai sifat-sifat khas dan yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakatnya.Pada dasarnya masa ini masih dirinci ke dalam beberapa masa,yaitu :

Masa pra remaja
Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negative sehingga disebut juga masa negative.Terjadinnya gejala-gejala negative itu pada umumnya berpangkal pada biologis yaitu mulai bekerjanya kelenjar-kelenjar kelamin,yang dapat menyebabkan perubahan-perubahan cepat dalam diri si remaja.
      Masa remaja
Dalam fase ini (masa negative) untuk pertama kalinya remaja sadar akan kesepian yang belum pernah dialaminya pada masa-masa sebelumnya.Disinilah mulai timbul dalam diri remaja itu dorongan untuk mencari pedoman hidup yaitu mencari sesuatu yang bdapat dipandang bernilai,pantas dijunjung tinggi,dan dipuja-puja.
Masa usia mahasiswa
Masa umur mahasiswa dapat digolongkan pemuda-pemuda yang berusia sekitar 18,0 tahun sampai 30,0 tahun.Sebagai remaja pimpinan dipelajari dan dan dipersiapkan selama usia mahasiswa ini,misalnya kebudayaan berkeluarga,kemampuan memimpin,kemampuan mengambil keputusan,kemampuan menyesuaikan diri secara sosial.
Dengan uraian-uraian ini diharapkan adanya suatu pemahaman tentang manusia sebagai individu serta peranannya di dalam ruang lingkup keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

Pengertian Keluarga
·         Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya
.
·         Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Bahwa menurut beliau keluarga merupakan manifestasi daripada dorongan seksual sehingga landasan keluarga itu adalah kehidupan seksual suami isteri.

·         Dhurkeim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik, ekonomi dan lingkungan.
Keluarga adalah unit satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Sehingga keluarga itu terbagi menjadi dua, yaitu:
a.       Keluarga Kecil atau “Nuclear Family”
Keluarga inti adalah unit keluarga yang terdiri dari suami, isteri, dan anak-anak mereka; yang kadang-kadang disebut juga sebagai “conjugal”-family.
b.      Keluarga Besar “Extended Family”
Keluarga besar didasarkan pada hubungan darah dari sejumlah besar orang, yang meliputi orang tua, anak, kakek-nenek, paman, bibi, kemenekan, dan seterusnya. Unit keluarga ini sering disebut sebagai ‘conguine family’ (berdasarkan pertalian darah).


Fungsi – fungsi Keluarga
1 Pengertian Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.

2. Macam-macam Fungsi Keluarga
Pekerjaan – pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan/ dirinci ke dalam beberapa fungsi, yaitu:
a. Fungsi Biologis
 perkawinan yang perlu dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak anaknya dapat berbentuk antara lain pengetahuan tentang kehidupan sex bagi suami isteri, pengetahuan untuk mengurus rumah tangga bagi ang isteri, tugas dan kewajiban bagi suami, memelihara pendidikan bagi anak-anak dan lain-lain. Setiap manusia pada hakiaktnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya, melalui perkawinan.
b. Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan.
c. Fungsi Ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan pokok manusia, yaitu:
1. Kebutuhan makan dan minum
2. Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya
3. Kebutuhan tempat tinggal.
Berhubungan dengan fungsi penyelenggaraan kebutuhan pokok ini maka orang tua diwajibkan untuk berusaha keras agar supaya setiap anggota keluarga dapat cukup makan dan minum, cukup pakaian serta tempat tinggal.
d. Fungsi Keagamaan
Keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
e. Fungsi Sosial
Dengan fungsi ini kebudayaan yang diwariskan itu adalah kebudayaan yang telah dimiliki oleh generasi tua, yaitu ayah dan ibu, diwariskan kepada anak-anaknya dalam bentuk antara lain sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik burukna perbuatan dan lain-lain.
Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-perananyang diharapkan akan mereka jalankan keak bila dewasa. Dengan demikian terjadi apa yang disebut dengan istilah sosialisasi.
Dalam buku Ilmu Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara, dikatakan bahwa fungsi-fungsi keluarga meliputi beberapa hal sebagai berikut:
a. Pembentukan kepribadian;
b. Sebagai alat reproduksi;
c. Keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat
d. Sebagai lembaga perkumpulan perekonomian.
e. Keluarga berfungsi sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Prof.M.M Djojodiguno berpendapat tentang masyarakat adalah suatu kebulatan dari pada segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia.
R.Linton berpendapat bahwa Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama,sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas tertentu. 
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.

 
Berdasarkan Pekerjaan (profesi) dan Penghasilanya, Bangsa Indonesia dibagi dalam dua (2) golongan, yaitu:
1. Bangsa Indonesia yang “Pekerjaan dan Penghasilannya ditanggung atau dijamin oleh Pemerintah” (SAMPAI MATIII), misalnya PNS, TNI, POLRI, Jaksa, Hakim, dll seluruh aparatur tetap pemerintah. Golongan ini dijamin pekerjaan dan penghasilannya, sebagai bukti jaminan penghasilan pada golongan ini adalah, mereka memerima gaji pada setiap akhir atau awal bulan. Pada tingkatan tertentu, dimana seseorang pada golongan ini telah menduduki jabatan, selain jaminan penghasilan, juga mendapat tambahan fasilitas lainnya, misalnya : perumahan, kendaraan (mobil), fasilitas kesehatan, biaya perjalanan, dll. (dan masih ada kesempatan untuk korupsi). Apabila dalam ketentuan batas usia maupun masa kerja telah tercapai dan sudah tidak lagi dipekerjakan atau diperbantukan, maka akan “Dipensiun” dengan dijamin hak penghasilan pensiun yang biasanya diterima pada setiap awal bulan. Dan ini semua sudah dikuatkan, atau diatur dan ditetapkan dalam undang2 ataupun peraturan pemerintah atau peraturan menteri.        
                                                   
2. Golongan Bangsa atau Masyarakat yang Pekerjaan dan Penghasilannya tidak ditanggung atau tidak dijamin oleh pemerintah . Golongan ini adalah masyarakat swasta, seperti petani, pedagang, jasa, buruh, dan pengusaha-pengusaha lainnya. Golongan ini mulai dari mencari pekerjaan, meciptakan pekerjaan, mengerjakan pekerjaan, mengelola pekerjaan, dll dilakukan sendiri secara mandiri, dan penghasilannya tergatung dari hasil jerih payahnya sendiri, tidak ada campur tangan pemerintah disini.
1.      Masyarakat Non Industri

Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapata digolongkan menjadi :

1. Masyarakat sederhana.
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yang buas saat itu.
2. Masyarakat Maju.
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
 
Kita telah tahu secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary grou

(a) Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.
dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati.
Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.

(b) Kelompok sekunder


Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.

Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).
Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.



(2) Masyarakat Industri



Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.
Makna individu
Perbedaan individu juga merujuk kepada ketidaksamaan dikalangan individu-individu samada dari segi Mencari makna dan sebab mempelajari maklumat: Mencari fakta yang  
sekedar muntahan kata-kata dari seorang individu yg senang bercakap-cakap dgn dirinya sendiri.. menganalisa stiap peristiwa yg terjadi dalam hidupnya lalu mencari makna dibalik itu


Makna keluarga
Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial ini mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satuan masyarakat manusia.

Di sini kita sebutkan 5 macam sifat yang terpenting, yaitu :

1. Hubungan suami-isteri :
    Hubungan ini mungkin berlangsung seumur hidupdan mungkin dalam waktu yang singkat saja.
    Ada yang berbentuk monogomi, ada pula yang poligami. Bahkan masyarakat yang sederhana
    terdapat "group married", yaitu sekelompok wanita kawin dengansekelompok laki-laki.

2. Bentuk perkawinan di mana suami-isteri itu diadakan dan dipelihara.
    Dalam pemilihan jodoh dapat kita lihat, bahwacalon suami-isteri itu dipilihkan oleh orang-orang tua
    mereka. Sedang pada masyarakat lainnya diserahkan pada orang-orang yang bersangkutan.
    Selanjutnya perkawinan ini ada yang berbentuk indogami (yakni kawin di dalam golongan sendiri,
    ada pula yang berbentuk exogami, yaitu kawin diluar golongan sendiri).

3. Susunan nama--nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan.
    Di dalam beberapa masyarakat keturunan dihitung melalui garis laki-laki misalnya : dibatak. Ini disebut
    patrilineal. Ada yang melalui garis wanita, di Minangkabau. Ini disebut : Matrilineal, di mana kekuasaan
    terletak padawanita. Di Minangkabau wanita tidak mempunyai hak apa-apa, bahkan hartanya pun tidak
    diurusi oleh wanita itu, melainkan diurus oleh adik atau saudara perempuannya. Sistem ini disebut :
    Avonculat.

4. Milik atau harga benda keluarga.
    Di manapun keluarga itu pasti mempunyai milik untuk kelangsungan hidup para anggota-anggotanya.

5. Pada umumnya keluarga itu tempat bersama/rumah bersama


MAKNA MASYARAKAT
 
Ø Oleh M.J Herskovist : Masyarakat adalah kelompok individu yang di organisasikan dan menguikuti satu cara hidup tertentu.
Ø Oleh hasan Shadily : Masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia dengan atau karena sendirinya,bertalian secara golongan dan mempuntai pengaruh kebatinan satu sama lain.
Interaksional Antar Individu, Keluarga, dan Masyarakat 
Adanya aspek organis-jasmaniah, psikis-rohaniah, dan sosial kebersamaan yang melekat pada individu, mengakibatkan bahwa kodratnya ialah untuk hidup bersama manusia lain. Pada hewan, kolektivitas bersifat naluriah, pada manusia, di samping rohaniah juga karena nalar, menimbulkan kesadaran membagi peranan dalam hidup berkelompok sehingga perjuangan hidup menjadi ringan. Menurut Durkheim kebersamaannya dapat dinilai sebagai “mekanistis”, merupakan solidaritas “organis”, yaitu atas dasar saling mengatur. Selain kepentingan individual, diperlukan suatu tata hidup yang mengamankan kepentingan komunal demi kesejahteraan bersama. Perangkat tatanan kehidupan bersama menurut pola tertentu kemudian berkembang menjadi apa yang disebut “pranata” sosial” atau abstraksi yang lebih tinggi lai, dinamakan “kelembagaan” atau “institusi”.
Individu barulah individu apabila pola perilakunya yang khas dirinya itu diproyeksikan pada suatu lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Kekhasan atau penyimpangan dari pola perilaku kolektif menjadikannya individu, menurut relasi dengan lingkungan sosialnya yang bersifat majemuk serta simultan. Dari individu dituntut kemampuan untuk membawa dirinya secara konsisten, tanpa kehilangan identitas nilai etisnya. Relevan dengan relasi – relasi sesaat antara dirinya dengan berbagai perubahan lingkungan sosialnya. Satuan – satuan lingkungan sosial yang melingkari individu terdiri dari keluarga, lembaga, komunitas, masyarakat, dan nasion. Individu mempunyai “karakter”, maka satuan lingkungan mempunyai “karakteristik” yang setiap kali berbeda fungsinya, struktur, peranan, dan proses – proses yang berlangsung di dalam dirinya. Posisi, peranan dan tingkah lakunya diharapkan sesuai dengan tuntutan setiap satuan lingkungan sosial dalam situasi tertentu.

a. Hubungan Individu dengan Dirinya 
Merupakan masalah khas psikologi. Di sini muncul istilah – istilah Ego, Id, dan Superego serta dipersonalisasi (apabila relasi individu dengan dirinya adalah seperti dengan orang asing saja), dan sebagainya. Dalam diri seseorang terdapat tiga sistem kepribadian yang disebut “Id” atau “es” (Jiwa ibarat gunung es di tengah laut), Ego atau “aku”, dan superego atau uber ich. Id adalah wadah dalam jiwa seseorang, berisi dorongan primitif dengan sifat temprorer yang selalu menghendaki agar segera dipenuhi atau dilaksanakan demi kepuasan. Contohnya seksual atau libido. Ego bertugas melaksanakan dorongan - dorongan Id, tidak bertentangan dengan kenyataan dan tuntutan dan Superego. Egod alam tugasnya berprinsip pada kenyataan relative principle.
Superego berisi kata hati atau conscience, berhubungan dengan lingkungan sosial, dan punya nilai – nilai moral sehingga merupakan kontrol terhadap dorongan yang datang dari Id. Karena itu ada semacam pertentangan antara Id dan Superego. Bila ego gagal menjaga keseimbangan antara dorongan dari id dan larangan dari superego, maka individu akan mengalami konflik batin yang terus menerus. Untuk itu perlu kanalisasi melalui mekanisme pertahanan. Demikian psikoanalisa sebagai teori kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud (1856 – 1939), sarjana berkebangsaan Jerman.

b. Hubungan Individu dengan Keluarga 
Individu memiliki relasi mutlak dengan keluarga. Ia dilahirkan dari keluarga, tumbuh dan berkembang untuk kemudian membentuk sendiri keluarga batinnya. Terjadi hubungan dengan ibu, ayah, dan kakak – adik. Dengan orang tua, dengan saudara – saudara kandung, terjalin relasi biologis yang disusul oleh relasi psikologis dan sosial pada umumnya.
Peranan-peranan dari setiap anggota keluarga merupakan resultan dari relasi biologis, psikologis, dan sosial. Relasi khusus oleh kebudayaan lingkungan keluarga dinyatakan melalui bahasa (adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma, bahkan nilai-nilai agama sekalipun). Masalah kekerabatan seperti adanya marga dan keluarga besar banyak dibahas dalam antropologi, yang menunjukkan kelakuan dan tindakan secara tertib dan teratur dalam berbagai deferensi peran dan fungsinya melalui proses sosialisasi atau internalisasi.

c. Hubungan Individu dengan Masyarakat 
Masyarakat merupakan satuan lingkungan sosial yang bersifat makor. Aspek teritorium kurang ditekankan. Namun aspek keteraturan sosial dan wawasan hidup kolektif memperoleh bobo yang lebih besar. Kedua aspek itu munjuk kepada derajat integrasi masyarakat karena keteraturan esensial dan hdup kolektif ditentukan oleh kemantapan unsur – unsur masyarakat yang terdiri dari pranat, status, dan peranan individu. Variabel – variabel tersebut dipakai dalam mengkaji dan menjelaskan fenomena masyarakat menurut persepsi makro.
Sifat makro diperoleh dari kenyataan, bahwa masyarakat pada hakiaktnya terdiri dari sekian banyak komunias yang berbeda, sekaligus mencakup berbagai macam keluarga, lembaga dan individu – individu.
Hubungan individu dengan masyarakat dalam persepsi makro lebih bersfiat sebagai abstraksi. Kejahatan dalam masyarakat mako merupakan gejala yang menyimpang dari norma keteraturan sosial, sekaligus dapat berperan sebagai indikator tinggi – rendahnya keamanan lingkungan untuk penghuni dan golongan masyarakat dari status tersebut.
 
Manusia merupakan makhluk hidup yang mempunyai keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya, karena mereka adalah makhluk sosial. Oleh karena itu manusia ingin membentuk suatu kelurga, dimana dengan terbetuknya suatu keluarga itulah mereka jadi tidak hidup sendiri. Setelah mereka berkeluarga maka mereka akan menempate lingkungan barunya, dan dari sekumpulan keluarga itulah mereka bisa membentuk masyarakat. Maka dari itulah mereka saling berhubungan
Sumber  : 
http://hendri31.blogspot.com/2010/10/individu-keluarga-masyarakat.html

Sabtu, 13 Februari 2010

nama perintah dasar

Menilik Direktori - ls
Perintah ls (LiSt) melihat daftar berkas dalam suatu direktori.
Membuat Direktori: - mkdir (nama direktori)
Perintah mkdir (MaKeDIRectory) untuk membuat direktori.
Mengubah Direktori: - cd (/direktori/lokasi)
Perintah cd perintah (ChangeDirectory) akan mengubah dari direktori Anda saat ini ke direktori yang Anda tentukan.
Menyalin Berkas/Direktori: - cp (nama berkas atau direktori) (ke direktori atau nama berkas)
Perintah cp (CoPy) akan menyalin setiap berkas yang Anda tentukan. Perintah cp -r akan menyalin setiap direktori yang Anda tentukan.
Menghapus Berkas/Direktori: - rm (nama berkas atau direktori)
Perintah rm perintah (ReMove) akan menghapus setiap berkas yang Anda tentukan. Perintah rm -rf akan menghapus setiap direktori yang Anda tentukan.
Ganti Name Berkas/Direktori - mv (nama berkas atau direktori)
Perintah mv (MoVe) akan mengganti nama/memindahkan setiap berkas atau direktori yang Anda tentukan.

Rabu, 10 Februari 2010

Nama-nama port

Port Jenis Port Keyword Digunakan oleh
0 TCP, UDP T/A. Dicadangkan, tidak digunakan.
1 TCP, UDP TCPmux TCP Port Service Multiplexer
2 TCP, UDP compressnet Management Utility
3 TCP, UDP compressnet Compression Process
4 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
5 TCP, UDP rje Remote Job Entry
6 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
7 TCP, UDP echo Echo
8 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
9 TCP, UDP discard Discard;alias=sink null
10 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
11 TCP, UDP systat Active Users; alias = users
12 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
13 TCP, UDP daytime Daytime
14 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
15 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan (sebelumnya: netstat)
16 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
17 TCP, UDP qotd Quote of the Day; alias = quote
18 TCP, UDP msp Message Send Protocol
19 TCP, UDP chargen Character Generator; alias = ttytst source
20 TCP, UDP ftp-data File Transfer Protocol (default data)
21 TCP, UDP ftp File Transfer Protocol (control), connection dialog
22 TCP, UDP SSH Putty
23 TCP, UDP telnet Telnet
24 TCP, UDP
Any private mail system
25 TCP, UDP smtp Simple Mail Transfer Protocol; alias = mail
26 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
27 TCP, UDP nsw-fe NSW User System FE
28 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
29 TCP, UDP msg-icp MSG ICP
30 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
31 TCP, UDP msg-auth MSG Authentication
32 TCP, UDP
Belum ditetapkan
33 TCP, UDP dsp Display Support Protocol
34 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
35 TCP, UDP
Any private printer server
36 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
37 TCP, UDP time Time; alias = timeserver
38 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
39 TCP, UDP rlp Resource Location Protocol; alias = resource
40 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
41 TCP, UDP graphics Graphics
42 TCP, UDP nameserver Host Name Server; alias = nameserver
43 TCP, UDP nicname Who Is; alias = nicname
44 TCP, UDP mpm-flags MPM FLAGS Protocol
45 TCP, UDP mpm Message Processing Module
46 TCP, UDP mpm-snd MPM (default send)
47 TCP, UDP ni-ftp NI FTP
48 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
49 TCP, UDP login Login Host Protocol
50 TCP, UDP re-mail-ck Remote Mail Checking Protocol
51 TCP, UDP la-maint IMP Logical Address Maintenance
52 TCP, UDP xns-time XNS Time Protocol
53 TCP, UDP domain Domain Name System Server
54 TCP, UDP xns-ch XNS Clearinghouse
55 TCP, UDP isi-gl ISI Graphics Language
56 TCP, UDP xns-auth XNS Authentication
57 TCP, UDP
Any private terminal access
58 TCP, UDP xns-mail XNS Mail
59 TCP, UDP
Any private file service
60 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
61 TCP, UDP ni-mail NI MAIL
62 TCP, UDP acas ACA Services
63 TCP, UDP via-ftp VIA Systems – FTP
64 TCP, UDP covia Communications Integrator (CI)
65 TCP, UDP tacacs-ds TACACS-Database Service
66 TCP, UDP sql*net Oracle SQL*NET
67 TCP, UDP bootpc DHCP/BOOTP Protocol Server
68 TCP, UDP bootpc DHCP/BOOTP Protocol Server
69 TCP, UDP tftp Trivial File Transfer Protocol
70 TCP, UDP gopher Gopher
71 TCP, UDP netrjs-1 Remote Job Service
72 TCP, UDP netrjs-2 Remote Job Service
73 TCP, UDP netrjs-3 Remote Job Service
74 TCP, UDP netrjs-4 Remote Job Service
75 UDP T/A Any private dial-out service
76 TCP, UDP T/A Belum ditetapkan
77 TCP, UDP
Any private RJE service
78 TCP, UDP vetTCP VetTCP
79 TCP, UDP finger Finger
80 TCP, UDP www World Wide Web HTTP
81 TCP, UDP hosts2-ns HOSTS2 Name Server
82 TCP, UDP xfer XFER Utility
83 TCP, UDP mit-ml-dev MIT ML Device
84 TCP, UDP ctf Common Trace Facility
85 TCP, UDP mit-ml-dev MIT ML Device
86 TCP, UDP mfcobol Micro Focus Cobol
87 TCP, UDP
Any private terminal link; alias = ttylink
88 TCP, UDP kerberos Kerberos
89 TCP, UDP su-mit-tg SU/MIT Telnet Gateway
90 TCP, UDP
DNSIX Security Attribute Token Map
91 TCP, UDP mit-dov MIT Dover Spooler
92 TCP, UDP npp Network Printing Protocol
93 TCP, UDP dcp Device Control Protocol
94 TCP, UDP objcall Tivoli Object Dispatcher
95 TCP, UDP supdup SUPDUP
96 TCP, UDP dixie DIXIE Protocol Specification
97 TCP, UDP swift-rvf Swift Remote Virtual File Protocol
98 TCP, UDP tacnews TAC News
99 TCP, UDP metagram Metagram Relay
100 TCP newacct (unauthorized use)
101 TCP, UDP hostname NIC Host Name Server; alias = hostname
102 TCP, UDP iso-tsap ISO-TSAP
103 TCP, UDP gppitnp Genesis Point-to-Point Trans Net; alias = webster
104 TCP, UDP acr-nema ACR-NEMA Digital Imag. & Comm. 300
105 TCP, UDP csnet-ns Mailbox Name Nameserver
106 TCP, UDP 3com-tsmux 3COM-TSMUX
107 TCP, UDP rtelnet Remote Telnet Service
108 TCP, UDP snagas SNA Gateway Access Server
109 TCP, UDP pop2 Post Office Protocol version 2 (POP2); alias = postoffice
110 TCP, UDP pop3 Post Office Protocol version 3 (POP3); alias = postoffice
111 TCP, UDP sunrpc SUN Remote Procedure Call
112 TCP, UDP mcidas McIDAS Data Transmission Protocol
113 TCP, UDP auth Authentication Service; alias = authentication
114 TCP, UDP audionews Audio News Multicast
115 TCP, UDP sftp Simple File Transfer Protocol
116 TCP, UDP ansanotify ANSA REX Notify
117 TCP, UDP uucp-path UUCP Path Service
118 TCP, UDP sqlserv SQL Services
119 TCP, UDP nntp Network News Transfer Protocol (NNTP); alias = usenet
120 TCP, UDP cfdptkt CFDPTKT
121 TCP, UDP erpc Encore Expedited Remote Procedure Call
122 TCP, UDP smakynet SMAKYNET
123 TCP, UDP ntp Network Time Protocol; alias = ntpd ntp
124 TCP, UDP ansatrader ANSA REX Trader
125 TCP, UDP locus-map Locus PC-Interface Net Map Server
126 TCP, UDP unitary Unisys Unitary Login
127 TCP, UDP locus-con Locus PC-Interface Connection Server
128 TCP, UDP gss-xlicen GSS X License Verification
129 TCP, UDP pwdgen Password Generator Protocol
130 TCP, UDP cisco-fna Cisco FNATIVE
131 TCP, UDP cisco-tna Cisco TNATIVE
132 TCP, UDP cisco-sys Cisco SYSMAINT
133 TCP, UDP statsrv Statistics Service
134 TCP, UDP ingres-net INGRES-NET Service
135 TCP, UDP loc-srv Location Service
136 TCP, UDP profile PROFILE Naming System
137 TCP, UDP netbios-ns NetBIOS Name Service
138 TCP, UDP netbios-dgm NetBIOS Datagram Service
139 TCP, UDP netbios-ssn NetBIOS Session Service
140 TCP, UDP emfis-data EMFIS Data Service
141 TCP, UDP emfis-cntl EMFIS Control Service
142 TCP, UDP bl-idm Britton-Lee IDM
143 TCP, UDP imap2 Interim Mail Access Protocol v2
144 TCP, UDP news NewS; alias = news
145 TCP, UDP uaac UAAC Protocol
146 TCP, UDP iso-ip0 ISO-IP0
147 TCP, UDP iso-ip ISO-IP
148 TCP, UDP cronus CRONUS-SUPPORT
149 TCP, UDP aed-512 AED 512 Emulation Service
150 TCP, UDP sql-net SQL-NET
151 TCP, UDP hems HEMS
152 TCP, UDP bftp Background File Transfer Program
153 TCP, UDP sgmp SGMP; alias = sgmp
154 TCP, UDP netsc-prod Netscape
155 TCP, UDP netsc-dev Netscape
156 TCP, UDP sqlsrv SQL Service
157 TCP, UDP knet-cmp KNET/VM Command/Message Protocol
158 TCP, UDP pcmail-srv PCMail Server; alias = repository
159 TCP, UDP nss-routing NSS-Routing
160 TCP, UDP sgmp-traps SGMP-TRAPS
161 TCP, UDP snmp Simple Network Management Protocol
162 TCP, UDP snmptrap SNMP TRAP
163 TCP, UDP cmip-man CMIP/TCP Manager
164 TCP, UDP cmip-agent CMIP/TCP Agent
165 TCP, UDP xns-courier Xerox
166 TCP, UDP s-net Sirius Systems
167 TCP, UDP namp NAMP
168 TCP, UDP rsvd RSVD
169 TCP, UDP send SEND
170 TCP, UDP print-srv Network PostScript
171 TCP, UDP multiplex Network Innovations Multiplex
172 TCP, UDP cl/1 Network Innovations CL/1
173 TCP, UDP xyplex-mux Xyplex
174 TCP, UDP mailq MAILQ
175 TCP, UDP vmnet VMNET
176 TCP, UDP genrad-mux GENRAD-MUX
177 TCP, UDP xdmcp X Display Manager Control Protocol
178 TCP, UDP nextstep NextStep Window Server
179 TCP, UDP bgp Border Gateway Protocol (BGP)
180 TCP, UDP ris Intergraph
181 TCP, UDP unify Unify
182 TCP, UDP audit Unisys Audit SITP
183 TCP, UDP ocbinder OCBinder
184 TCP, UDP ocserver OCServer
185 TCP, UDP remote-kis Remote-KIS
186 TCP, UDP kis KIS Protocol
187 TCP, UDP aci Application Communication Interface
188 TCP, UDP mumps Plus Five’s MUMPS
189 TCP, UDP qft Queued File Transport
190 TCP, UDP gacp Gateway Access Control Protocol
191 TCP, UDP prospero Prospero
192 TCP, UDP osu-nms OSU Network Monitoring System
193 TCP, UDP srmp Spider Remote Monitoring Protocol
194 TCP, UDP irc Internet Relay Chat (IRC) Protocol
195 TCP, UDP dn6-nlm-aud DNSIX Network Level Module Audit
196 TCP, UDP dn6-smmred DNSIX Session Management Module Audit Redirector
197 TCP, UDP dls Directory Location Service
198 TCP, UDP dls-mon Directory Location Service Monitor
199 TCP, UDP smux SMUX
200 TCP, UDP src IBM System Resource Controller
201 TCP, UDP at-rtmp AppleTalk Routing Maintenance
202 TCP, UDP at-nbp AppleTalk Name Binding
203 TCP, UDP at-3 AppleTalk Unused
204 TCP, UDP at-echo AppleTalk Echo
205 TCP, UDP at-5 AppleTalk Unused
206 TCP, UDP at-zis AppleTalk Zone Information
207 TCP, UDP at-7 AppleTalk Unused
208 TCP, UDP at-8 AppleTalk Unused
209 TCP, UDP tam Trivial Authenticated Mail Protocol
210 TCP, UDP z39.50 ANSI Z39.50
211 TCP, UDP 914c/g Texas Instruments 914C/G Terminal
212 TCP, UDP anet ATEXSSTR
213 TCP, UDP ipx Internetwork Packet Exchange (IPX)
214 TCP, UDP vmpwscs VM PWSCS
215 TCP, UDP softpc Insignia Solutions
216 TCP, UDP atls Access Technology License Server
217 TCP, UDP dbase dBASE UNIX
218 TCP, UDP mpp Netix Message Posting Protocol
219 TCP, UDP uarps Unisys ARPs
220 TCP, UDP imap3 Interactive Mail Access Protocol versi 3
221 TCP, UDP fln-spx Berkeley rlogind with SPX authentication
222 TCP, UDP fsh-spx Berkeley rshd with SPX authentication
223 TCP, UDP cdc Certificate Distribution Center
224–241 T/A T/A Tidak digunakan; dicadangkan
242 TCP, UDP direct Direct
243 TCP, UDP sur-meas Survey Measurement
245 TCP, UDP link LINK
246 TCP, UDP dsp3270 Display Systems Protocol
247 TCP, UDP subntbcst_tftp SUBNTBCST_TFTP
248 TCP, UDP bhfhs bhfhs
249–255 T/A T/A Tidak digunakan; dicadangkan
345 TCP, UDP pawserv Perf Analysis Workbench
346 TCP, UDP zserv Zebra server
347 TCP, UDP fatserv Fatmen Server
371 TCP, UDP clearcase Clearcase
372 TCP, UDP ulistserv UNIX Listserv
373 TCP, UDP legent-1 Legent Corporation
374 TCP, UDP legent-2 Legent Corporation

Senin, 26 Oktober 2009

Laju Reaksi

A. KONSEP LAJU REAKSI
1. Pengertian laju reaksi
Reaksi kimia berlangsung dengan kecepatan yang berbeda-beda. Meledaknya
petasan, adalah contoh reaksi yang berlangsung dalam waktu singkat. Proses perkaratan
besi, pematangan buah di pohon, dan fosilisasi sisa organisme merupakan peristiwa-
peristiwa kimia yang berlangsung sangat lambat.
Reaksi kimia selalu berkaitan dengan perubahan dari suatu pereaksi (reaktan)
menjadi hasil reaksi (produk).
Pereaksi (reaktan) → Hasil reaksi (produk)
Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai berkurangnya jumlah (konsentrasi) pereaksi
per satuan waktu atau bertambahnya jumlah (konsentrasi) hasil reaksi per satuan
waktu.



Berdasarkan grafik diatas, maka:
Laju reaksi = – = +Δ[Produk]
Δt
= v pereaksi = v produk
Di mana:
[Pereaksi] = konsentrasi pereaksi (mol/Liter)
[Produk] = konsentrasi produk (mol/Liter)
Δ t = perubahan waktu (detik)
v = laju reaksi (M/detik)
(Tanda negatif menunjukkan bahwa konsentrasi pereaksi berkurang, sedangkan tanda
positif menunjukkan bahwa konsentrasi produk bertambah)

2. Molaritas larutan (M) dan penggunaannya
Reaksi zat dalam bentuk larutan sering dipengaruhi oleh perbandingan komponen
penyusun larutan. Larutan biasanya disebut encer, bila mengandung sedikit zat terlarut.
Encer pekatnya larutan disebut konsentrasi.
Satuan laju reaksi umumnya dinyatakan dengan mol/liter.detik. Molaritas (mol/
liter) adalah ukuran yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam satu liter
larutannya.
Molaritas (M) =
Atau:
Molaritas (M) = ×

Contoh soal:
Berapa molaritas larutan yang dibuat dengan cara melarutkan 49 gram H2SO4 (Mr =
98) dalam air sampai volume 200 mL?
Jawab:
Molaritas (M) = × 1000
vol
zat larut = × = 2,5 mol/ Liter (M)
larutan

Adakalanya, larutan yang tersedia di laboratorium adalah larutan-larutan yang
konsentrasinya sangat tinggi (larutan pekat), sehingga bila kita memerlukan larutan
dengan konsentrasi rendah maka kita perlu mengencerkannya terlebih dahulu.
Pengenceran adalah penambahan zat pelarut ke dalam suatu larutan yang pekat
untuk mendapatkan larutan baru yang konsentrasinya lebih rendah. Jumlah mol sebelum
pengenceran harus sama dengan jumlah mol setelah pengenceran, sehingga:


Dimana:
M1 = konsentrasi molar awal
V1 = volume larutan awal
M2 = konsentrasi molar setelah pengenceran
V2 = volume larutan setelah pengenceran
n2 = konsentrasi molar setelah pengenceran
n2 = volume larutan setelah pengenceran

B. PERSAMAAN LAJU REAKSI

Hubungan kuantitatif antara perubahan konsentrasi dengan
laju reaksi dinyatakan dengan Persamaan Laju Reaksi atau
Hukum Laju Reaksi.
Untuk reaksi:
pA + qB rC
maka bentuk umum persamaan lajunya adalah:
v = k [A]m [B]n
dimana:
v = laju reaksi (mol/ Liter. s)
k = tetapan laju reaksi
m = orde/tingkat reaksi terhadap A
n = orde/tingkat reaksi terhadap B
[A] = konsentrasi awal A (mol/ Liter)
[B] = konsentrasi awal B (mol/ Liter)
Tingkat reaksi (orde reaksi) tidak sama dengan koefisien reaksi. Orde reaksi hanya
dapat ditentukan melalui percobaan. Tingkat reaksi total adalah jumlah tingkat reaksi
untuk setiap pereaksi.
Orde reaksi total = m + n
Orde reaksi menunjukkan hubungan antara perubahan konsentrasi pereaksi dengan
perubahan laju reaksi. Hubungan antara kedua besaran ini dapat dinyatakan dengan
grafik orde reaksi.
• Pada reaksi orde nol, laju reaksi tidak bergantung pada konsentrasi pereaksi.


• Pada reaksi orde satu, laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi
Jika konsentrasi dinaikkan dua kali, maka laju reaksinya pun akan dua kali lebih
cepat dari semula, dst.

• Pada reaksi orde dua, kenaikan laju reaski akan sebanding dengan kenaikan
konsentrasi pereaksi pangkat dua. Bila konsentrasi pereaksi dinaikkan dua kali
maka laju reaksinya akan naik menjadi empat kali lipat dari semula.

Dengan demikian, jika konsentrasi suatu zat dinaikkan a kali, maka laju reaksinya
menjadi b kali; sehingga orde reaksi terhadap zat tersebut adalah :
dimana x = orde reaksi